Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2009

Lirih

Lirih
Suara bisikan malam
Memasuki relung hati
Menjelma menjadi seonggok rasa
Rasa yang tak bisa kumengerti
Lirih
Desiran bayu
Menyapa sunyi nya kalbu
Semuanya menjadi semu

Rabu, 04 Februari 2009

Hmmmm....

Masalah kecil mirip dengan batu kerikil. Peganglah batu itu ke dekat mata anda. Maka seluruh dunia terasa tertutup dan semuanya menjadi gelap. Tapi peganglah batu itu cukup jauh dari mata anda. Maka anda akan melihatnya dengan jelas, dan lemparkan batu itu jauh ke dekat kaki anda. Maka jelas sekali batu itu sama sekali bukan penghalang, karena anda melangkah di jalan yang lebar
Tidak ada manusia yang gagal, yang ada hanyalah manusia yang menyerah akan nasib
Cinta sejati hadir dari hati, bukan dari sentuhan
Senyuman setengah dari kehidupan
Bersahabatlah ibarat pohon. Yang berakarkan kesetiaan. Berbatangkan kejujuran. Berdahankan kesefahaman. Berantingkan keikhlasan. Berdaunkan kasih sayang. Dan berbuahkan surga

Selasa, 27 Januari 2009

Bangunan dakwah

Berdiri di depan bangunan dakwah
Menatap teriknya mentari
Namun terkadang...
Menghadang derasnya angin
Bangunan dakwah....
Terlihat kokoh di luar
Ternyata kadang rapuh di dalam
Berdiri didepan bangunan dakwah
Mencoba tuk berjalan
Walau tertatih
Walau terjatuh
Walau tersendat
Tapi dakwah tetaplah dakwah
Walau terkadang mengecewakan

Rabu, 21 Januari 2009

Palestina

Palestina

negeri para syuhada

di setiap jengkal tanah tercium bau surga

tercium harum semerbak darah mujahid

di setiap detik adalah surga

palestina…

di pelukanmu lahir jundullah

dengan smangat membara

walau hanya menggenggam kerikil

Allohu Akbar……….!!!!!!!!!!!!!

batu batu beterbangan ibarat peluru panas

melukai musuh musuh Allah

takbir membahana

intifadhah….

mujahid mujahid kecil bertakbir

ketika tank tank yahudi tenggelam

laiknya pohon di di mamah ulat

palestina…

doa kami untukmu

walau tak bisa berjuang bersama

sebait doa dan harapan menyertaimu

palestina….

andai dapat bersua…..

kan ku peluk erat dirimu

dan takkan ku lepas

karena memelukmu adalah surga…

Kerapuhan hati....

terkadang saat hati ingin melabuhkan kerapuhan jiwa maka tak akan ada yang dapat menjadi tempat berlabuh yang cukup aman untuk menenangkan jiwa kecuali pelabuhan sang Ilahi Rabbi…
saat smua menjauh dan tak mampu meredakan smua rasa yang muncul, smua kesedihan yang kadang melanda, smua kerapuhan yang kadang hadir..maka datanglah pada-Nya
hanya Dia lah yang slalu ada saat kau butuh seseorang memelukmu
saat kau menjauh Ia slalu hadir jika kau mau mendekat wlau hanya setapak…
duhai hati knapa terasa sulit menemukan pelabuhan hati di saat rapuh…
karena kita manusia slalu bergantung pada makhluk-Nya
wahai cinta knapa tak hadir di kala duka…
karena cinta itu taklah hakiki karena hanya ada satu Dzat yang mencintai kita dengan cinta yang hakiki
saat bumi tak lagi nyaman pelukan-Nya mampu mengubah dunia menjadi surga
wahai hati dengan sgala kerapuhannya….
jangan pernah bertanya pada malam atau pada bintang bahkan rembulan ataupun mentari karena smua hanya diam
janagn tanyakan pada angin, kilat ataupun badai karena smua hanya berlalu secepat ia hadir…
tapi tanyakan pada rasa dan hati yang terdalam
adakah kerapuhan masih menjadi miliknya???
saat kerapuhan hadir ingatlah masih ada cinta yang menutupi smua kerapuhannya
cinta yang begitu indah dari Dzat yang terindah
Cinta Ilahi…

Kerinduan

Rabbi….saat Q jatuh…

aku inginkan uluran tanganMu

saat Q sendiri….

Q ingin Engkau ada bersamaku

saat ku lelah..

Q ingin Engkau ada di sampingku

saat Q marah…

Kuingin Engkau menenangkan amarahku

ah…

Aku tau manusia terlalu sulit dan dhaif untuk d mengerti

Ketika Allah membuka pintu maaf dan surga-Nya

kita manusia tanpa sadar slalu menutupnya

begitu banyak nikmat-Mu kepada diriku

begitu banyak cinta-Mu pada Q

tapi knapa hati ini trasa kosong dan hampa???

stiap malam ku tatap bintang dan berteriak

ingin ku cium bau embun di rerumputan

ingin kutatap hamparan bintang di malam kelam

tenggelam bersama tiupan bayu

hadir bersama kicauan burung di pagi hari

suara kodok dan jangkrik di malam gulita

aku rindu suasana itu…

disaat alam tertidur lelap

pohon dan rerumputan bernafas dalam kesyahduannya

di iringi fajar yang smakin menyingsing

aih..

indahnya berdiri menantang bukit

melanglang buana bersama aliran sungai

bergemiriak di sela bebatuan

aku rindu suasana itu

terlentang di bumi menatap langit berhias bintang

Rabbb…

kejenuhan hati ini terasa menyiksa

bagai cemeti membelit badan sepanjang waktu

waktu seakan smakin membunuhku

membunuh imajinasi yang mendesak kluar

stiap detik, menit dan jam begitu menyiksa

menyisakan pedih dan perih tiada berperi

Rabbi…

layakkah diri ini menyebut nama-MU

saat lisan lebih fasih menyebut nama makhluk-Mu

saat hati mulai sering bimbang

Rabbi…

tuntun aku ke jalan terang-Mu

layaknya fajar muncul di timur

seiring dengan lenyapnya rembulan

biarkan sinarnya menembus hatiku

menembus gulita malam di dalam relung hatiku

Rabbi…

bimbang aku ke puncak nikmat memuja-Mu

hingga ajal memberangus jiwa

Sesall....

Rabbi kenapa sesal slalu hadir di penghujung malam???

sesal selalu hadir saat kita sudah berbuat…

sesal itu begitu menggumpal memenuhi semua rongga dalam hatiku

ingin keluar tapi tak mampu berjalan

sesal yang hadir setelah 6 bulan perjuangan

6 bulan yang akhirnya sia-sia

aku lantas bertanya apada diriku sendiri

bagaimana targetmu akan tercapai????

ya target untuk lulus bulan januari 2009 mesti di undur hingga April atau juli karena keteledoran dan kebodohanku sendiri

karena kenagkuhan dan kesombonganku

Rabbi mampukah aku melanjutkan mimpi yang terlanjur terputus??

Rabbi mampukah aku merajut kembali tali harapan bundaku yang semakin lama semakin terhempas???

ah sulit ku jelaskan…

begitu banyak yang harus ku selesaikan…

apakah ada yang harus ku korbankan untuk ini semua????

sungguh rasa kecewa lah yang akan ku lihat di gurat mata bunda saat menatap hasilku selama 6 bulan ini

aih..sanggupkah aku melihat bulir2 air itu mengalir melalui matanya yang semakin sendu

ahhh…mungkin aku tak dapat menebus semua kesalahanku ini

apalagi saat melihat semua nya pecah dan berantakan

semua rencana, ide-ide dan cita-cita ku kandas berserakan di lantai

tak sanggup aku melihatnya lagi

bagai tertepis badai yang tak mampu ku hadapi

walau tlah kucoba bersandar

tapi sandarannya terasa rapuh

mungkin hanya sesal ini yang mampu menghukumku karena tlah menyia-nyiakan 6 bulan itu…

Rabbi bantu aku

agar ku mampu melukis senyum di wajah bunda…

hiks hiks :’(

Cerita tentang hati

Sebuah ikatan tak akan terlepas begitu saja, seseorang telah mengurai ikatan itu dan orang yang lain membuat simpul yang baru di tali itu. Simpul yang begitu kuat hingga tak mampu lagi di urai, simpul itu bahkan melebihi ikatan yang telah terlebih dahulu di buat,begitu banyak tali yang lain tapi hanya dengannya tali itu terikat dengan kuat.

Tangan tak kan mampu mendikte hati, bahkan memaksa hati karena hati hanya bisa menuruti perasaan bukan otak. Ketika hati cenderung menyayangi seseorang maka tak kan ada yang dapat memaksa hati itu membencinya.

Kenapa harus dengan dia???bukan orang lain???hanya hati dan Allah yang bisa menjawabnya, karena hati bukan sinetron yang dapat di tebak akhirnya. Hati bukanlah sebuah robot yang dapat di perintah begitu saja. Hanya orang yang memakai hati yang bisa mengerti hati. Hati hanya dapat di mengerti oleh hati.

Ketika hati terluka maka hati akan retak dan meninggalkan bekas walaupun hanya segores tapi mampu menghancurkan hati karena hati sulit untuk di sembuhkan…

Hanya waktu yang dapat menyembuhkan hati untuk kembali pada keadaan semula…

Ya Rabb.....

Kerinduan ini begitu menyesakkan dada, kerinduan yang tiada henti. Bagai malam yang merindukan rembulan, dan siang yang di hiasi matahari. Kerinduan yang begitu dalam dan takkan terobati sebelum bertemu……

Aku rindu pada-Mu ya Rabb….

Rindu bertemu dengan-Mu

Setiap waktu, ingatan dan hati ini selalu ingin bersama-Mu ya Allah…

Dalam setiap doa dan sujudku terucap kata kata kerinduanku akan cinta-Mu ya Rabb…

Mengharap keampunan atas dosa yang terhampar bagai pasir, menumpuk bagai gunung…

Mengharap ridho-Mu bagai kemarau yang mengharap hujan….

Hati ini rindu akan panggilan-Mu ya Rabb….

Izinkan diri ini menjadi mujahidah untuk-Mu ya Rabb…

Izinkan hamba untuk menyentuh karunia-Mu…tinggi rahmat-Mu dan indahnya surga-Mu…

Cintaku pada-Mu tak akan padam dan rindiku semakin membara..

Dengan izin-Mu ya Rabb….

"Sesungguhnya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang"

Just Sharring.........

Ketika hati tak kuat lagi menahan hebatnya cobaan…

kepada siapa lagi hati harus mengeluh…

Kepada siapa lagi rasa akan di bagi….

Ketika bahtera hati tak kuat lagi menahan badai….

Dimana kapal harus berlabuh???

Ketika angin semakin keras berhembus dan menghancurkan pelindung hati….

Kemana lagi hati harus berteduh???

Ketika hujan dengan begitu derasnya dan menghanyutkan semua yang begitu di harapkan…

Maka harapan mana yang harus di selamatkan???

Ketika saudara yang seharusnya menyayangi malah pergi menjauh ketika kita membutuhkan tempat untuk berpegangan dan bahtera untuk berbagi…..

Apa yang harus di katakan lagi???

Hanya pada Allah tempat berpegang dan meminta karena

"Allah adalah sebaik baiknya penolong dan sebaik baiknya pelindung"