Senin, 15 Juni 2009
Adakah kita merasa kecewa...??
Apa kabar saudaraku…?
Semoga rahmat Allah senantiasa selalu tercurah dan menyejukan jiwa-jiwa yang panas karena dunia.Amin.
Saudaraku…terkadang kita berpikir bahwa kita telah melakukan banyak hal, sedangkan orang orang lain tidak melakukan apapun…
Kita berpikir bahwa kita telah berkorban banyak demi keluarga, saudara, sahabat bahlan dakwah dan kita juga mengira bahwa orang lain tidak melakukan apapun, tidak ada apresiasi pada pengorbanan kita
Kita merasa kecewa dan di kecewakan…?!
Membuat kita punya alas an untuk mundur…?!
Ada alasan buat kita untuk menuntut…?!
Ada alasan buat kita untuk menghujat..?
Tapi saudaraku…benarkah demikian adanya…?
Mari sejenak kita tundukan kepala, bersihkan hati, sucikan jiwa, dan putihkan pikiran dan menyerahkannya hanya pada Allah Robbul Izatti…….
Karena jangan-jangan kita tidak melakukan apapun…!
Jangan-jangan kita sebenarnya telah disibukan untuk mengoreksi kesalahan orang lain…?!
Jangan-jangan kita telah lupa untuk mengoreksi diri sendiri….?!!
Seperti kata pepatah “kuman di seberang lautan tampak, tapi gajah dipelupuk mata tak tampak” (Asstaghfirllah)
Saudaraku….jika pengorbanan yang kita lakukan (merasa) tidak mendapat respon yang baik, yang kita lakukan bukan menghujat, menuntut dan menyalahkan orang lain…Tapi cobalah intropeksi diri sendiri.
Mungkinkah hati tak ikhlas dalam berkorban…?
Ataukah pengorbanan yang kita berikan hanya sebatas kepada manusia, kepada keluarga, pimpinan/atasan, saudara, teman, dan belum berorientasi pada Allah …??
Jika benar…bersegerahlah minta ampun dan kembalikan semua persoalan kepada Allah.
Saudaraku…yakinlah setelah kita serahkan semua kepada Allah, melapangkan hati, Insya Allah kita tidak akan pernah kecewa, atau dilanda kecemasan apa lagi pembangkangan karena mungkin Allah sedang menguji sebatas mana azzam kita, sejauh mana kesabaran kita..”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad diantara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rossul-NYA dan orang-orang yang beriman dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( maaf saya lupa surah apa dan ayat berapa?).
Saudaraku… jangan mundur meski hanya sejengkal ketika apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan, karena mungkin Allah sedang membelajarkan kita untuk sedikit bersabar, pemaaf dan jadi manusi tangguh yang akan mengemban perintah Allah.
“Jadilah engkau pemaaf & suruhlah orang-orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (Al-A’raf:199)
Maha benar Allah atas segala firmannya.
Sungguh saudaraku…tidak ada alasan yang membuat kita kecewa
Sungguh saudaraku…tidak ada alasan yang membuat kita mundur dari jalan yang kita pilih………
Wallahu alam bi sahawab…
Wassalamu’alaikum…
Khanif salsabila
Rabu, 21 Januari 2009
Dakwah...Kuliah...Kerja....
dakwah adalah sebuah kewajiban terutama kepada Allah karena kita di ciptakan untuk menjadi khalifah di bumi ini…
kuliah adalah amanah orang tua dan Allah dimana Allah akan meninggikan derajat orang2 berilmu beberapa derajat….
kerja adalah tuntutan orang tua, kebutuhan dan sarana perbaikan umat….
yang jadi pertanyaan ketika dakwah, kuliah dan kerja menjadi bentrok mana yang akan di pilih???
dimana saat ini dakwah sedang membutuhkan kader dakwah yang memiliki komitmen tinggi akan dakwah ini karena ketika kita pergi dari dakwah ini maka Allah akan mengganti kita dengan kader yang lebih baik lagi
namun pada saat yang sama kuliah juga sedang membutuhkan perhatian yang amat besar mengingat target untuk penyelesaian kuliah semakin mendesak, dan orang tua juga membutuhkan pengabdian kita kepadanya
pada saat yang bersamaan dengan itu semua kerja juga butuh perhatian yang ekstra karena ini juga amanah dan untuk memenuhi kemandirian akan diri sendiri. malu rasanya diri ini jika untuk beli buku atau hal lain harus meminta kepada orang tua
sungguh ini membuat ana harus berpikir ulang mengenai dakwah, kuliah dan kerja mana yang akan menjadi perhatian utama
di saat tugas2 kuliah menumpuk, masalah dalam dakwah dan pekerjaan yang harus segera di selesaikan
bingung mungkin kata yang tepat untuk ini smua
tapi menyerah adalah kata yang tak mungkin
keluar dari dakwah!!!sama aja menghindari surga-Nya Allah
meninggalkan kuliah maka mengecewakan orang tua
meninggalkan pekerjaan sama saja menambah beban orang tua
mungkin perlu sebuah manajemen waktu yang tepat tapi sungguh sulit untuk di laksanakan
tapi jangan menyerah
tetap semangat ok…
Allahu Akbar
Posted in curhat | Edit | 1 Comment »
dakwah, kuliah, kerja………….
February 26th, 2008 by muslimah-sejatidakwah adalah sebuah kewajiban terutama kepada Allah karena kita di ciptakan untuk menjadi khalifah di bumi ini…
kuliah adalah amanah orang tua dan Allah dimana Allah akan meninggikan derajat orang2 berilmu beberapa derajat….
kerja adalah tuntutan orang tua, kebutuhan dan sarana perbaikan umat….
yang jadi pertanyaan ketika dakwah, kuliah dan kerja menjadi bentrok mana yang akan di pilih???
dimana saat ini dakwah sedang membutuhkan kader dakwah yang memiliki komitmen tinggi akan dakwah ini karena ketika kita pergi dari dakwah ini maka Allah akan mengganti kita dengan kader yang lebih baik lagi
namun pada saat yang sama kuliah juga sedang membutuhkan perhatian yang amat besar mengingat target untuk penyelesaian kuliah semakin mendesak, dan orang tua juga membutuhkan pengabdian kita kepadanya
pada saat yang bersamaan dengan itu semua kerja juga butuh perhatian yang ekstra karena ini juga amanah dan untuk memenuhi kemandirian akan diri sendiri. malu rasanya diri ini jika untuk beli buku atau hal lain harus meminta kepada orang tua
sungguh ini membuat ana harus berpikir ulang mengenai dakwah, kuliah dan kerja mana yang akan menjadi perhatian utama
di saat tugas2 kuliah menumpuk, masalah dalam dakwah dan pekerjaan yang harus segera di selesaikan
bingung mungkin kata yang tepat untuk ini smua
tapi menyerah adalah kata yang tak mungkin
keluar dari dakwah!!!sama aja menghindari surga-Nya Allah
meninggalkan kuliah maka mengecewakan orang tua
meninggalkan pekerjaan sama saja menambah beban orang tua
mungkin perlu sebuah manajemen waktu yang tepat tapi sungguh sulit untuk di laksanakan
tapi jangan menyerah
tetap semangat ok…
Allahu Akbar
Muhasabah...
sebelum kejadian ini saya sering berpikir kenapa saya tidak seperti dia?kenapa hanya dia yang di pilih untuk hal itu?tapi ternyata setelah saya telaah kembali Allah memang menberi saya apa yang saya sanggup pikul bukan apa yang saya rasa saya sanggup kerjakan….
bahkan ketika saya melihat keadaan dia saat ini, saya bahkan bersyukur karena saya mungkin tak akan sekuat dia kalau ada di posisinya seperti saat ini….saya mungkin akan pergi meninggalkan amanah yang telah di berikan pada saya atau bahkan yang paling parah saya gak akan pernah mau kenal dengan organisasi lagi…
alhamdulillah ya Rabb….
tapi saya tau dia lebih kuat dari saya dan dia punya kemampuan yang tidak saya miliki yaitu kemampuan untuk lebih sabar dan ia lebih dapat menjaga hati daripada saya….
dia juga punya kemampuan untuk mengelola di banding saya tapi dari banyak kekurangan saya, ternyata Allah masih mempercayakan saya untuk menjalankan amanah di jalan dakwah ini meskipun bukan di garda terdepan seperti dia…
tapi Insya Allah di manapun kita berada jika niat kita ikhlas dan hanya karena Allah maka Allah akan melihat kita……amin…..
sekelumit pelajaran untuk ukhti yang merasa tidak memiliki kemampuan apa2, hanya Allah yang dapat menilai semua usaha kita….
jangan berputus asa karena jika kita tetap istiqomah dan berada pada jalan yang di ridhoi Allah, Insya Allah jalan keluar selalu ada….
keep spirit n istiqomah…..