Senin, 22 Juni 2009

Masih Layakkah Kita Kecewa....?????

Masihkah kita layak mengucap kecewa????
ketika kita hanya mempertanyakan kontribusi orang lain????
ketika kita hanya mempertanyakan apa yang di berikan dakwah pada kita bukannya bertanya apa yang telah kita berikan untuk dakwah ini???
mungkin kita merasa menjadi orang yang paling berkontribusi terhadap jamaah ini
sehingga kita merasa layak untuk kecewa pada sistem ini
ingatlah saudaraku....
semakin tinggi kita berada maka hempasan angin akan semakin kuat...
angin itu akan membuat kita kedinginan, lelah dan terpental jauh dari dakwah ini...
ketika kita hanya mengeluh tanpa muhasabah maka yang kita lihat hanya kesalahan
semua ukhuwah, cinta dan kebahagiaan akan menjadi semu
ingatlah ketika kau di lahirkan oleh dakwah ini
ingatlah bagaimana kondisimu sebelum bertemu dakwah ini
ingatlah ukhuwah, cinta dan kebahagiaan yang pernah di berikan dakwah ini kepadamu
pernahkah terpikir oleh kita
Alloh begitu baik pada kita karena memberi kita kesempatan ada di jalan ini
kenapa Alloh memilih kita dari ribuan manusia di permukaan bumi???
maka selayaknya lah kita bersyukur atas semua karunia ini
karena tak smua orang ada di jalan ini
jalan ini adalah jalan bagi orang-orang terpilih
bagi orang-orang yang tangguh
karena jalan ini tak menyediakan sisi untuk beristirahat
tak menyediakan tempat bagi orang-orang yang cengeng dan mengeluh
jalan ini adalah jalan berduri di mana semua orang mendapat ujian dan cobaan sesuai dengan keimanannya
maka masih layakkah kita kecewa????
pertanyakan itu pada diri kita masing-masing
dan dengarlah jawaban dari hati nurani
dan bersegeralah bersiap seraya berkata
AKU TAK AKAN MENYERAH....
ALLOHU AKBAR.....!!!!!!!!!!!!!!!

Senin, 15 Juni 2009

Adakah kita merasa kecewa...??

Assalamu’alaikum…

Apa kabar saudaraku…?
Semoga rahmat Allah senantiasa selalu tercurah dan menyejukan jiwa-jiwa yang panas karena dunia.Amin.

Saudaraku…terkadang kita berpikir bahwa kita telah melakukan banyak hal, sedangkan orang orang lain tidak melakukan apapun…
Kita berpikir bahwa kita telah berkorban banyak demi keluarga, saudara, sahabat bahlan dakwah dan kita juga mengira bahwa orang lain tidak melakukan apapun, tidak ada apresiasi pada pengorbanan kita

Kita merasa kecewa dan di kecewakan…?!
Membuat kita punya alas an untuk mundur…?!
Ada alasan buat kita untuk menuntut…?!
Ada alasan buat kita untuk menghujat..?
Tapi saudaraku…benarkah demikian adanya…?

Mari sejenak kita tundukan kepala, bersihkan hati, sucikan jiwa, dan putihkan pikiran dan menyerahkannya hanya pada Allah Robbul Izatti…….
Karena jangan-jangan kita tidak melakukan apapun…!
Jangan-jangan kita sebenarnya telah disibukan untuk mengoreksi kesalahan orang lain…?!
Jangan-jangan kita telah lupa untuk mengoreksi diri sendiri….?!!
Seperti kata pepatah “kuman di seberang lautan tampak, tapi gajah dipelupuk mata tak tampak” (Asstaghfirllah)

Saudaraku….jika pengorbanan yang kita lakukan (merasa) tidak mendapat respon yang baik, yang kita lakukan bukan menghujat, menuntut dan menyalahkan orang lain…Tapi cobalah intropeksi diri sendiri.

Mungkinkah hati tak ikhlas dalam berkorban…?
Ataukah pengorbanan yang kita berikan hanya sebatas kepada manusia, kepada keluarga, pimpinan/atasan, saudara, teman, dan belum berorientasi pada Allah …??

Jika benar…bersegerahlah minta ampun dan kembalikan semua persoalan kepada Allah.

Saudaraku…yakinlah setelah kita serahkan semua kepada Allah, melapangkan hati, Insya Allah kita tidak akan pernah kecewa, atau dilanda kecemasan apa lagi pembangkangan karena mungkin Allah sedang menguji sebatas mana azzam kita, sejauh mana kesabaran kita..”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad diantara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rossul-NYA dan orang-orang yang beriman dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( maaf saya lupa surah apa dan ayat berapa?).

Saudaraku… jangan mundur meski hanya sejengkal ketika apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan, karena mungkin Allah sedang membelajarkan kita untuk sedikit bersabar, pemaaf dan jadi manusi tangguh yang akan mengemban perintah Allah.

“Jadilah engkau pemaaf & suruhlah orang-orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (Al-A’raf:199)
Maha benar Allah atas segala firmannya.
Sungguh saudaraku…tidak ada alasan yang membuat kita kecewa
Sungguh saudaraku…tidak ada alasan yang membuat kita mundur dari jalan yang kita pilih………

Wallahu alam bi sahawab…
Wassalamu’alaikum…

Khanif salsabila

Selasa, 05 Mei 2009

Taujih

Ibnu Aufa pernah mengimami orang2 sholat Subuh. Beliau membaca ayat : "Apabila sangkakala telah ditiup,hari itulah hari teramat susah." (QS. Al Muddatstsir;8-9) Beliau menangis terisak-isak lalu meninggal dunia. Al'Ibar, Adz-Dzahabiy I/109

Hamdun bin Ahmad pernah ditanya, "Mengapa ucapan Ulama As-Salaf lebih berguna dari ucapan kita?" Beliau menjawab: Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan kridhoan Arrohman. Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan keridhoan manusia." Shifatushshofwah IV:122

Kamis, 16 April 2009

Sobat

Aku mungkin bukan siapa2 untukmu
Tapi kau berarti untukku
Aku mungkin cuma teman bagimu
Tapi kau sahabat bagiku
Kau tau sahabat
Lelah hati ini mencoba mengertimu
Memahami sedihmu
Memahami tangismu
Walau ku tau aku tak sempurna
Tapi aku berusaha menjadi seperti adanya
Sekarang...hatiku tak kuasa lagi
Menahan perih luka yang menganga
Andai mampu ku ulang lagi
Tak ingin aku di sini
Sobat
Pergilah...jika memang ingin pergi
Aku hanya mampu melihat
Dan mencoba bangkit berdiri

Sabtu, 11 April 2009


Mari mengurai silsilah di ranah membasah
Pejamkan matamu sejenak agar dapat kukecup resah
Tak kuharap ada nanah di sebalik bilah-bilah yang berdarah
Jazirah itu akan kita tanami tetumbuhan penawar lelah

Mari mengeja kalimat-kalimat yang tak sudah
Kita rangkai jadi kelambu dalam galau malam mendesah
Lentera-lentera telah terpasang menyambut titah
Istana bebintang mengundang kita dalam jamuan kisah

Mari berbaring dalam dongeng pengantar tidur
Kenangan mengukir dalam doa yang tak akan terkubur
Tapak-tapak tamadun memutar aksara untuk bertutur
Setiap untai kataku adalah harap yang tak pernah luntur

Mari………………..memutar kalam mendayung lebur !

Sabtu, 04 April 2009

Sobat

Sobat...
Masih ku ingat sore itu
Saat bayu bertiup syahdu
Kau hadir dengan tangis pilu
Menatapku dengan sendu
Sobat
Kutau cerita di balik tangismu
Ku mengerti asa dalam hatimu
Walau tangan tak kuasa membantu
Sobat
Ku ingin lihat senyummu
Setelah sekian lama yang ada hanya pilu

Wahai cinta

Wahai cinta
Kenapa bersembunyi di balik mega
Saat kurindu kau selalu tiada
Sepoi bayu hadirkan asa
Setelah hujan hadirkan makna
Wahai cinta
Mengertikah tentang cerita senja???
Saat langit berwarna jingga
Ketika bintang tak jua ada
Saat rembulan mengintip manja
Wahai cinta
Hadirmu selalu kurasa
Walau tak pernah berwujud ada
Namun hadirmu semakin nyata

Rasa

Rasa...
Seonggok cerita
Tanpa untaian kata
Sebait kata
Tanpa banyakbahasa
Rasa...
Ungkapan cinta
Takkuasa di sapa
Tapi mampu di raba
Rasa...
Tanpamuikatan tiada bermakna
Ramainya dunia terasa hampa
Hadirmu memberi cita dan cinta
Yang telah lama bersama asa
Rasa...

Jumat, 13 Maret 2009

Lirih

Lirih
Suara bisikan malam
Memasuki relung hati
Menjelma menjadi seonggok rasa
Rasa yang tak bisa kumengerti
Lirih
Desiran bayu
Menyapa sunyi nya kalbu
Semuanya menjadi semu

Andai kau tau.....

Andai kau tau....
Aku begitu menyayangimu....
Teramat menyayangimu...
Hingga kusadari...
Perlahan ada perubahan yang terjadi padamu....
Perubahan yang selalu ku takuti....
Karena mungkin aku belum siap menghadapi perubahan itu...
Rasa sayang ku padamu tak akan berubah...
Karena kusadari atau tidak...
Kuakui atau tidak....
Kau telah menempati tempat istimewa di hatiku....
Kuakui tidak akan ada yang abadi...
Begitu juga dengan semua rasa ini.....
Tapi yang kutau...
Perubahan itu menciptakan jarak yang begitu jauh antara kita....
Mungkin aku terlalu berprasangka...
Tapi kau terlalu jauh dari jangkauanku kini....
Bahkan untuk menyapamu pun aku segan.....
Bahkan untuk bersenda gurau denganmu pun aku tak punya keberanian...
Ya....
Walau perih aku memang harus menjauh darimu....
Mungkin aku memang bukan orang yang tepat....
Untuk menjadi tauladan bagimu....
Tetaplah bersemangat dinda....
Doaku bersamamu....
Luv u coz Alloh....

Senin, 16 Februari 2009

Al - khansa', Ibunda para Syuhada

Inilah sosok yang begitu menginspirasi ana, mudah - mudahan dapat di ambil manfaatnya
AL-KHANSA BINTI AMRU Al-Khansa,lbu para syuhada.

Namanya adalah Tamadhar binti Amru bin al-Haris bin asy-Syarid, seorang wanita penyair yang tersohor. Karena kemampuannya sebagai penyair, dikatakan, “Telah dikumpulkan para penyair dan ternyata tidak didapatkan seorang wanita yang lebih ahli tentang syair daripada Khansa”.
Al-Khansa terlahir pada zaman jahiliyah dan tumbuh besar di tengah suku bangsa Arab yang mulia, yaitu Bani Mudhar. Sehingga banyak sifat mulia yang terdapat dalam diri Al-Khansa. la adalah seorang yang fasih, mulia, murah hati, tenang, pemberani, tegas, tidak kenal pura-pura, suka terus terang. Dan selain keutamaan itu, ia pun pandai bersyair. la terkenal dengan syair-syairnya yang berisi kenangan kepada orang-orang yang dikasihinya yang telah tiada mendahuluin ke alam baka. Terutama kepada kedua saudara lelakinya, yaitu Mu’awiyah dan Sakhr yang telah meninggal dunia.
Khansa’ mendatangi Rasulullah saw bersama kaumnya dari Bani Salim, kemudian mengumumkan ke-Islamannya dan menganut aqidah Islam. Dialah wanita yang amat baik keislamannya sehingga menjadi lambang yang cemerlang dalam keberanian, kebesaran jiwa dan merupakan perlambang kemuliaan bagi sosok wanita muslimah.
Khansa’ juga memiliki kedudukan dan prestasi jihad yang mengagumkan dalam berpartisipasi bagi Islam dan membela kebenaran. Khansa’ turut menyertai peperangan-peperangan bersama kaum muslimin dan menyertai pasukan mereka yang memperoleh kemenangan.
Diriwayatkan bahwa ketika Adi bin Hatim dan saudarinya, Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah SAW, maka berkata, “Ya Rasuluilah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair dan orang yang paling pemurah hati, dan orang yang paling pandai berkuda.” Rasuluilah SAW bersabda, ‘Siapakah mereka itu. Sebutkaniah namanya.’ Adi menjawab, ‘Adapun yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr, dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Dan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.’ Rasuluilah SAW menukas, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa binti Amru, dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah, dan orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thaiib.’ Jarir ra. pernah ditanya, Siapakah yang paling pandai bersyair? Jarir ra. menjawab, ‘Kalau tidak ada Al-Khansa tentu aku.’ Al-Khansa sangat sering bersyair tentang kedua saudaranya, sehingga hal itu pernah ditegur olah Umar bin Khattab ra. Umar ra. pernah bertanya kepada Khansa, ‘Mengapa matamu bengkak-bengkak?’ Khansa menjawab, ‘Karena aku terialu banyak menangis atas pejuang-pejuang Mudhar yang terdahulu.” Umar berkata, ‘Wahai Khansa, Mereka semua ahli neraka.’ Sahut Khansa, ‘Justru itulah yang membuat aku lebih kecewa dan sedih lagi. Dahulu aku menangisi Sakhr atlas kehidupannya, sekarang aku menangisinya karena ia adalah ahli neraka.’
Al-Khansa menikah dengan Rawahah bin Abdul Aziz As Sulami. Dari pernikahan itu ia mendapatkan empat orang anak lelaki. Dan melialui pembinaan dan pendidikan tangan-tangannya, keempat anak lelakinya ini telah menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang terkenal. Dan Khansa sendiri terkenal sebagai ibu dari para syuhada. Hal itu dikarenakan dorongannya terhadap keempat anak lelakinya yang telah gugur syahid di medan Qadisiyah. Sebelum peperangan dimulai, terjadilah perdebatan yang sengit di rumah Al-Khansa. Di antara keempat putranya telah terjadi perebutan kesempatan mengenai siapakah yang akan ikut berperang melawan tentara Persia, dan siapakah yang harus tinggal di rumah bersama ibunda mereka. Keempatnya saling tunjuk menunjuk kepada yang lainnya untuk tinggal di rumah. Masing-masing ingin turut berjuang melawan musuh fi sabilillah. Rupanya, pertengkaran mereka itu telah terdengar oleh ibunda mereka, Al-Khansa. Ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra, Khansa’ berangkat bersama keempat putranya untuk menyertai pasukan tersebut.
Di medan peperangan, di saat malam ketika para pasukan sedang siap berperang satu sama lain, Khansa’ mengumpulkan keempat putranya untuk memberikan petuah dan bimbingan kepada mereka dan mengobarkan semangat kepada mereka untuk berperang dan agar mereka tidak lari dari peperangan serta agar mereka mengharapkan syahid di jalan Allah SWT. Dengarkanlah wasiat al-Khansa’ yang mulia tersebut:
“Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan ketaatan dan tanpa paksaan, kalian telah berhijrah dengan sukarela dan Demi Allah, tiada iIlah selain Dia. Sesungguhnya kalian adalah putra-putra dari seorang wanita yang tidak pernah berkhianat kepada ayah kalian, kalian juga tidak pernah memerlukan paman kalian, tidak pernah merusak kehormatan kalian dan tidak pula berubah nasab kalian. Kalian mengetahui apa yang telah Allah janjikan bagi kaum muslimin berupa pahala yang agung bagi yang memerangi orang-orang kafir, dan ketahuilah bahwa negeri yang kekal lebih baik dari negeri yang fana (binasa). Allah Azza wa Jalla befirman, “Wahai orang-orang yang berfirman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 20).
Maka, ketika datang waktu esok, jika Allah menghendaki kalian masih selamat, persiapkanlah diri kalian untuk memerangi musuh dengan penuh semangat dan mohonlah kepada Allah untuk kemenangan kaum muslimin. Jika kalian melihat perang telah berkecamuk, ketika api telah berkobar, maka terjunlah kalian di medan laga, bersabarlah kalian menghadapi panasnya perjuangan, niscaya kalian akan berjaya dengan ghanimah (rampasan perang) dan kemuliaan atau syahid di negeri yang kekal.
Keempat putra Khansa mendengarkan wejangan tersebut dengan penuh seksama. Mereka keluar dari kamar ibu mereka dengan tekad membara untuk menunaikan amanah jihad, perjuangan. Ketika datang waktu pagi, mereka segera bergabung bersama pasukan dan bertolak untuk menghadapi musuh. Syair mereka lantunkan.

Anak yang tertua bersenandung:

Wahai saudaraku, sesungguhnya ibunda sang penasehat
Telah berwasiat kepada kita kemarin malam
Dengan penjelasan yang tenang dan gamblang
Maka bersegeralah menuju medan tempur yang penuh bahaya
Yang kalian hadapi hanyalah
kawanan anjing yang sedang menggonggong
Sedang mereka yakin bahwa dirinya akan binasa oleh kalian
Adapun kalian telah dinanti oleh kehidupan yang lebih baik
Ataukah syahid untuk mendapatkan ghanimah yang menguntungkan

Kemudian dia maju untuk berperang hingga terbunuh.

Lalu yang kedua bersenandung:

Sesungguhnya ibunda yang tegas dan lugas
Yang memiliki wawasan yang luas dan pikiran yang lurus
Suatu nasihat darinya sebagai tanda berbuat baik terhadap anak
Maka bersegeralah terjun di medan perang dengan jantan
Hingga mendapatkan kemenangan penyejuk hati
Ataukah syahid sebagai kemuliaan abadi
Di Jannah Firdaus dan hidup penuh bahagia

Kemudian dia maju dan berperang hingga menemui syahid.

Lalu giliran putra al-Khansa’ yang ketiga bersenandung:

Demi Allah, aku tak akan mendurhakai ibuku walau satu huruf pun
Beliau telah perintahkan aku untuk berperang
Sebuah nasihat, perlakuan baik, tulus dan penuh kasih sayang
Maka, bersegeralah terjun ke medan perang yang dahsyat
Hingga kalian dapatkan keluarga Kisra (kaisar) dalam kekalahan
Jika tidak, maka mereka akan membobol perlindungan kalian
Kami melihat bahwa kemalasan kalian adalah suatu kelemahan
Adapun yang terbunuh di antara kalian adalah kemenangan dan pendekatan diri kepada-Nya

Kemudian, dia maju dan bertempur hingga mendapatkan syahid.

Lalu giliran putra al-Khansa’ yang terakhir bersenandung:

Bukanlah aku putra al-Khansa, bukan pula milik al-akhram
Bukan pula Amru yang memiliki keagungan
Jika aku tidak bergabung dengan pasukan yang memerangi Persia
Maju dalam kancah yang menakutkan
Hingga berjaya di dunia dan mendapat ghanimah
Ataukah mati di jalan yang paling mulia

Kemudian, dia maju untuk bertempur hingga terbunuh.

Ketika berita syahidnya empat bersaudara itu sampai kepada ibunya yang mukminah dan sabar. Al Khansa, Sang Bunda, tidak menjadi goncang ataupun meratap, bahkan dia mengatakan suatu perkataan yang masyhur yang dicatat oleh sejarah dan akan senantiasa diulang-ulang oleh sejarah sampai waktu yang dikehendaki Allah. Ucap Al Khansa
“Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya mereka, dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya”.

Umar bin Khaththab mengetahui betul tentang keutamaan al-Khansa’ dan putra-putranya sehingga beliau senantiasa memberikan bantuan yang merupakan jatah keempat anaknya kepada beliau hingga beliau wafat.
Al-Khansa telah meninggal dunia pada masa permulaan kekhalifahan Utsman bin Affan ra., yaitu pada tahun ke-24 Hijriyah. (Wanita-wanita Sahabiyah)

(dari: berbagai sumber)
www.sahabatnabi.0catch.com
http://nafiisahfb.multiply.com/journal/item/47/Al-Khansa_Ibu_Para_Syuhada

Jumat, 13 Februari 2009

Hmmmm.....

Akhir2 ini perbincangan tentang munakahat begitu mendominasi perbincangan. Ntahlah tapi sepertinya semua ini terinspirasi karena belum lama ini tepatnya tanggal 8 Februari yang lalu seorang sahabat kami melangsungkan munakahat. Biasanya ketika munakahat baru di gelar semua orang terlihat bersemangat.

Pernikahan memang sesuatu yang sangat misterius. Tapi yang sangat di sayangkan perbincangan tentang munakahat hanya menjadi perbincangan semata tapi ketika di tanyakan "siapkah anti menikah sekarang?" semuanya kompak menjawab "ana belum siap"dengan berbagai alasan, mulai dari kuliah belum selesai sampai izin orangtua,ingin memcari ilmu bahkan kesiapan mental. Ntahlah tapi sepertinya ketika di tanyakan tentang kesiapan semuanya seolah menghindar.

Menikah adalah fitrah setiap manusia karena Allah menciptakan setiap manusia itu berpasangan (Adz-Dzariyaat : 49). Laki - laki dengan perempuan, siang dan malam, baik dan buruk, semuanya berpasangan. Ana teringat dengan pernyataan seorang akh, dia berkata "pernikahan itu terjadi karena 2 hal yaitu butuh dan mampu, ketika dia butuh tapi belum mampu maka hukumnya wajib. tapi ketika dia mampu tapi belum butuh maka hukumnya sunnah" tapi alangkah indahnya ketika dia mampu dan menikah

Menikah adalah ibadah sesuai dengan satu hadist "Jika seseorang menikah maka ia telah menegakkan separuh diennya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dengan separuh yang lain" (H.R Baihaqi). Subhanalloh....bahkan dalam surat Ar-Rum : 21 telah terdapat manfaat pernikahan yaitu tentram dan menimbulkan kasih sayang. Apa lagi yang hendak di cari di dunia Allah ini selain ridho-Nya dan ketentraman batin???

Ketika sudah memahami makna pernikahan dan hati sudah mantap untuk menikah maka batu sandungan yang biasanya menjadi masalah adalah kuliah belum selesai.walaupun sebenarnya itu bukanlah masalah besar karena pernikahan tidak akan pernah mengganggu aktifitas kuliah bahkan akan menambah semangat untuk kuliah dan dakwah ini.

Maka wahai saudariku apa lagi yang engkau takutkan ketika hati sudah mantap menikah, jangan hanya menjadi perbincangan sesaat saja tapi melangkahlah segera dengan ridho-Nya. Insya Alloh akan ada pertolongan dari Alloh
Rasulullah saw. pernah mendorong seorang sahabatnya dengan berkata, “Menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridhaNya, Allah pasti akan membantu dan memberkahi.” (HR. Thabarni). Dalam hadits lain disebutkan: Tiga hal yang pasti Allah bantu, di antaranya: “Orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i)

Imam Thawus pernah berkata kepada Ibrahim bin Maysarah, “Menikahlah segera, atau saya akan mengulang perkataan Umar Bin Khattab kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu dari pernikahaan kecuali kelemahanmu atau perbuatan maksiat.” (lihat Siyar A’lamun Nubala’ oleh Imam Adz Dzahaby). Ini semua secara makna menguatkan pengertian ayat di atas. Di mana Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah dengan membangun pernikahan.

Di sadur dengan perubahan dari www.dakwatuna.com

Rabu, 04 Februari 2009

Hmmmm....

Masalah kecil mirip dengan batu kerikil. Peganglah batu itu ke dekat mata anda. Maka seluruh dunia terasa tertutup dan semuanya menjadi gelap. Tapi peganglah batu itu cukup jauh dari mata anda. Maka anda akan melihatnya dengan jelas, dan lemparkan batu itu jauh ke dekat kaki anda. Maka jelas sekali batu itu sama sekali bukan penghalang, karena anda melangkah di jalan yang lebar
Tidak ada manusia yang gagal, yang ada hanyalah manusia yang menyerah akan nasib
Cinta sejati hadir dari hati, bukan dari sentuhan
Senyuman setengah dari kehidupan
Bersahabatlah ibarat pohon. Yang berakarkan kesetiaan. Berbatangkan kejujuran. Berdahankan kesefahaman. Berantingkan keikhlasan. Berdaunkan kasih sayang. Dan berbuahkan surga

cerita tentang sebuah do'a

Beberapa tahun yang lalu ketika aku masih kelas 1 SMA tepatnya 6 atau 7 tahun yang lalu aku pernah berdo'a kepada Allah "Ya Allah berikan aku seorang sahabat yang selalu mendekatkan ku kepada-Mu dan dengan nasehatnya mampu menerangi hatiku"
Namun hingga masa SMA pun berlalu Allah belum mengabulkan do'aku itu.
Hingga akhirnya aku menyerah dalam pencarian seorang sahabat
Bahkan dalam satu titik aku tidak percaya akan kehadiran sahabat sejati.
Sejak SMA aku dan teman2 di PMR punya 5 tingkatan/strata teman
1 Kenal nama
2 Teman biasa
3 Teman baik
4 Sahabat
5 Soulmate
Ya...walaupun aku punya banyak teman namun hanya sampai pada tingkatan 3 dan teman - teman PMR dulu di SMA menempati urutan 4, tapi belum ada yang mencapai urutan 5
Semester pertama kuliah berlalu begitu saja, dengan urutan kegiatan rumah-Kampus-perpus-pajus. Gak ada yang spesial.
Semester kedua juga berlalu tak jauh berbeda. Namun sedikit di warnai rasa bosan karena gak ada kegiatan yang berarti.
Semester ketiga mulai di warnai kegiatan dengan masuknya di kepengurusan BP2M.
Namun do'aku belum juga terkabul walaupun aku sebenarnya udah gak kepikiran lagi.
yang ada malah gmana caranya biar cepat tamat dan dapat kerja.
semester keempat mulai ada perubahan karena aku mulai kenal dengan seorang teman yang aku penasaran kali sama dia.
Semester lima mulai dekat tapi masih biasa
Akhirnya semester enam atau tahun keenam akhirnya Allah mengabulkan doaku dengan kehadiran seorang sahabat yang menempati urutan kelima
Walaupun aku sudah hampir melupakan keinginan untuk punya sahabat sejati.
Tapi ternyata Allah berkenan mengabulkan doaku
Memang sesuatu itu indah pada waktunya...
Akhirnya aku teringat pada satu cerita yang di kirimin melalui sms oleh seorang adek kelas...
"Seorang laki-laki berdoa pada Allah agar di beri bunga, namun Allah memberinya kaktus. Laki-laki itu tidak paham mengapa yang di dapat tidak sesuai dengan yang di minta, ia kecewa. Suatu hari laki-laki itu sangat terkejut ketika melihat dari batang kaktus yang buruk dan berduri itu tumbuh bunga yang cantik dan dari ulat yang terselubung telah menjelma menjadi kupu-kupu yang indah. Itu lah cara Allah. Indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita harapkan. Kadang kita kecewa, sedih, terluka, tapi sesungguhnya Dia sedang merajut yang terbaik untuk hidup kita"
Subhanallah akhirnya sekarang terasa manisnya ukhuwah yang di bingkai dengan semangat membantu dan mencintai karena Allah.
terkadang kita perlu bersabar untuk sesuatu yang kita harapkan, tapi ingatlah akan ada harapan manis di balik setiap cobaan itu.
Terima kasih untuk ukhuwah yang begitu indah saudariku...
Sungguh aku mencintaimu karena Allah
Terima kasih atas kekuatan, kesabaran, nasehat dan cinta yang kau berikan.

Rata PenuhTeruntuk sahabat dan saudariku....
Yang sedang berjuang ...
Tetap semangat dan jangan menyerah
Insya Allah aku di sampingmu

Taujih

Hasan alBashri berkata :"Wahai Anak Adam, sesungguhnya kamu adalah kumpulan hari-hari, Stiap kali hari berlalu maka hilang sebahagian dari dirimu. Janganlah dunia yang fana ini melenakanmu. Sesungguhnya perbuatan itu akan berlalu dan cepat mengikis umurmu. kejarlah akhiratmu. jangan lagi katakan besok dan besok. karena kamu tidak pernah tau kapan kamu akan bertemu Alloh." (Hilyah Aulia 2/140)

Ibnu Samak Rohimahulloh bkt : Manusia tbagi 3 golongn. 1.Org yg pnh bbuat dosa, hatinya menyesal & tak ingin kembali melakukan kemaksiatan. Dialah orang yg baik. 2.Org yg bbuat dosa, bbuat dosa & bbuat dosa dan bsedih sambil menangis. ini adalah org yg masih ada kebaikan ddalam dirinya, tetapi perlu dicemaskan. 3.org yg bbuat dosa tetapi tidak menyesal, menyesal tapi tidak bsedih, bbuat dosa tapi tidak menangis. inilah orang yg bkhianat n bbelok arah dari jln Syurga menuju Neraka. (Hilyatul Aulia ' 8/208)

Minggu, 01 Februari 2009

Tentang nikah.....

Manusia



Ketika kita di hadapkan pada satu ujian seringkali kita hanya mengeluh....
Ketika di hadapkan pada satu kesenangan dalam hidup kita seringkali kita tidak sadar bahwa itu hanyalah sebgian kecil nikmat Allah
Ketika kita di hadapkan pada satu kegagalan kita hanya bisa mencari kambing hitam atas kegagalan itu
Ketika kita mencapai satu keberhasilan dalam hidup kita kita tidak ingat bahwa ada campur tangan Allah dalam keberhasilan itu
Tapi pernahkah kita bersabar ketika mendapat satu cobaan???
Pernahkah kita bersyukur ketika di berikan satu kebahagiaan???
Pernahkah kita instrospeksi diri kita ketika gagal????
Atau pernahkah kita merasa Allah begitu sayang pada kita saat mendapat satu keberhasilan????
Teman....
Alangkah egoisnya diri kita....

Selasa, 27 Januari 2009

Bangunan dakwah

Berdiri di depan bangunan dakwah
Menatap teriknya mentari
Namun terkadang...
Menghadang derasnya angin
Bangunan dakwah....
Terlihat kokoh di luar
Ternyata kadang rapuh di dalam
Berdiri didepan bangunan dakwah
Mencoba tuk berjalan
Walau tertatih
Walau terjatuh
Walau tersendat
Tapi dakwah tetaplah dakwah
Walau terkadang mengecewakan

Tentang Cinta

Ya Allah.....
Sebelum aku belajar mencintai makhluk-Mu....
Izinkan aku belajar mencinta-Mu
Ya Allah.....
Jika aku jatuh cinta...Maka cinta kan lah aku dengan orang yang mencinta-Mu
Ya Allah.....
Izinkan aku menjadi seorang wanita sholehah
Sebelum aku mendamba seorang lelaki yang sholeh

Rabu, 21 Januari 2009

Palestina

Palestina

negeri para syuhada

di setiap jengkal tanah tercium bau surga

tercium harum semerbak darah mujahid

di setiap detik adalah surga

palestina…

di pelukanmu lahir jundullah

dengan smangat membara

walau hanya menggenggam kerikil

Allohu Akbar……….!!!!!!!!!!!!!

batu batu beterbangan ibarat peluru panas

melukai musuh musuh Allah

takbir membahana

intifadhah….

mujahid mujahid kecil bertakbir

ketika tank tank yahudi tenggelam

laiknya pohon di di mamah ulat

palestina…

doa kami untukmu

walau tak bisa berjuang bersama

sebait doa dan harapan menyertaimu

palestina….

andai dapat bersua…..

kan ku peluk erat dirimu

dan takkan ku lepas

karena memelukmu adalah surga…